5 C penilaian kredit pada bank

Jika anda meminjam dana kepada bank, pernakah anda bertanya – tanya kenapa pengajuan proposal kepada bank tersebut ada yang diterima maupun ditolak? ternyata ada mekanisme umum perbankan yang dijadikan acuan jika kita ingin meminjam dari bank, bank menilai dari 5 aspek atau yang dikenal dengan 5 C, apa saja 5 C tersebut?

1. Cash Flow / Capability

Merupakan penilaian dari segi kemampuan perusahaan , bank akan menilai dari  kinerja historis cash flow perusahaan & proyeksi cash flow perusahaan, kemudian dibandingkan dengan debt service coverage ratio (DSCR) dengan rumus

DSCR = net operating income / total debt service

DSCR pada bank umumnya harus diatas 1.2

pada umumnya proyeksi cash flow akan bernilai positif, namun pihak bank akan membuat analisa faktor – faktor yang dapat menurunkan profit cash flow tersebut,sehingga proyeksi cash flow dari pengajuan dana yang ingin kita pinjamkan diuji coba dengan kondisi – kondisi tertentu,oleh karena itu sebagai peminjam dana kita harus menyakinkan bank faktor – faktor apa saja yang dapat membuat proyeksi cash flow kita bertahan.

2.Collateral

Merupakan jaminan yang dapat dilikuidasi oleh bank seandainya peminjam dana tidak bisa mengembalikan dana yang dipinjamnya.

Tidak semua jaminan bisa diberikan kepada bank, hanya jaminan yang bernilai yang bisa diberikan kepada bank, bank biasanya tertarik dengan piutang usaha (account receivable), persediaan barang dagangan (inventory), perlengkapan (equipment), dan real estate, karena asset ini merupakan asset yang mudah dilikuidasi atau dicairkan dananya oleh bank jika seandainya peminjam dana tidak bisa mengembalikan dananya.

Asset / jaminan yang dinilai bank tidak seratus persen dinilai bank berdasar nilai assetnya, biasanya bank mendiskon 20% dari nilai asset,hal ini dilakukan karena mengingat adanya biaya – biaya yang diperlukan untuk mencairkan asset tersebut menjadi uang.

3.Capital / Modal

Merupakan sumber equity dari peminjam dana. Mengapa hal ini menjadi sangat penting bagi bank? dengan sumber modal yang baik maka peminjam dana / perusahaan memiliki penopang yang baik dalam menghasilkan cash flow, sebagai contoh, jika perusahaan mulai tidak menghasilkan profit, maka modal akan dilikuidasi oleh perusahaan / peminjam dana kedalam cash flow. Bank tidak pernah tertarik kepada perusahaan yang tidak memiliki modal yang cukup, karena jika perusahaan tersebut mengalami kerugian maka perusahan tersebut tidak memiliki modal yang cukup untuk merecover atau merehabilitasi dirinya sendiri. Untuk pengukuran modal, tidak ada satuan ukuran yang tepat untuk mengukur ukuran tersebut., tetapi lebih ke kondisi keuangan peminjam dana, biasanya untuk mengakali hal ini bank melihat dari ratio debt equity ratio dengan rumus total debt perusahaan / total equity perusahaan, dan biasanya untuk mendapatkan syarat peminjaman dari aspek permodalan debt to equity ratio perusahaan harus kurang dari 2 atau 3 kali.

4.Conditions

Merupakan lingkungan sekitar dari perusahaan tersebut, faktor – faktor beresiko apa saja yang bisa mempengaruhi kinerja perusahaan tersebut baik secara eksternal maupun internal, walaupun secara performa keuangan si peminjam dana tersebut baik dan masa depannya juga baik, tetapi jika terlalu banyak faktor – faktor beresiko yang mengancam si peminjam dana atau perusahan tersebut maka bank berhak menolak pengajuan kredit dari perusahaant tersebut. Faktor – faktor beresiko yang dipertimbangkan dalam hal ini adalah :

a. persaingan kompetisi di dalam industri

- siapa saja kompetitor anda?

- bagaimana anda membedakan diri anda sendiri di dalam industri?

- bagaimana kompetitis untuk mendapat permodalan yang dibutuhkan oleh perusahaan? dan bagaimana caranya perusahaan untuk menurunkan resiko tersebut?

- Apakah anda berada di perusahaan yang bergerak di bidang komoditas? jika ya penanganan resiko apa saja yang akan perusahaan lakukan agar pelanggan tidak keluar dari lingkup anda?

b. hubungan perusahaan anda dengan pelanggan?

- apakah pelanggan anda mewakili 10% dari pendapatan anda,jika ya bagaimana perusahaan menjaga hubungan dengan custimer ini?

c. Resiko supply barang

bagaimana cara perusahaan menjaga hubungan dengan supplier? dan bagaimana juga cara perusahaan untuk mengurangi resiko akibat kekurangan pasokan barang?

d.Masalah makro

Masalah – masalah apa saja yang berkaitan dengan kondisi politik, ekonomi dan sosial budaya, teknologi yang mempengaruhi perusahaan anda?

Bank akan meminta anda mendeskripsikan dengan jelas kondisi – kondisi diatas dan cara meminimalkan resikonya, selama anda bisa menjelaskan dengan rinci dan tidak mengada – ada baik secara resiko yang dihadapi dan penanganannya maka bank akan meminjamkan dananya kepada anda.

5. Character

dan C yang terakhir adalah karakter, karakter merupakan aspek yang terpenting,karena bank juga melihat sifat dari orang tersebut, apakah orang tersebut orang yang tidak bisa memanage dirinya sendiri? boros? tidak mau menghadapi masalah? selalu menghindar jika membayar hutang? jika hal – hal tersebut ada pada diri anda, sebaiknya singkirkanlah, karena bank dengan segera menutup peluangnya untuk meminjamkan dananya kepada anda. karena bank juga membutuhkan orang yang terpercaya untuk meyakinkan mereka dalam meminjamkan dananya kepada anda.

~ oleh Rian Jagat pada April 14, 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 53 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: