(Menyampaikan) yang benar (seharusnya) menjadi budaya

Para wali di tanah jawa mendayagunakan jalan seni dan budaya dengan pesan yang benar. Bahwa kebenaran itu nyaman, indah,elok dan seharusnya. Kebenaran, bukan hiburan,bukan khayalan. Ia hadir dalam kehidupan, sedangkan wahana seni dan budaya,hanya peneguh dan pembenar semata.

Apakah jalan seni-budaya, didyagunakan lebih dulu guna membenahi rasa rasio orang banyak,masyarakat, rakyat sebuah negri? Ataukah, rakyat menjadi baik maka hiburan, seni budaya mencerminkan kebaikan-kebaikan itu? Jangan berdebat mana yang lebih dulu, telur atau ayam! Kalau kebaikan di bangun, dan kebaikan itu sendiri adalah seni berbuat, kebaikan bisa menyebar, disuka dan di teladani.

Lain halnya kalau kebaikan sebatas fiksi. Ketika pertarungan hitam-putih tersaji di layar kaca atau sinema, pada menit pertama tayangan, produser sudah cari aman dengan mengatakan kesamaan nama dan karakter pada cerita, sepenuhnya fiksi, sehingga tak perlu ada yang tersinggung apalagi menggugat. Kebenaranpun terjerembab.

Sarat korupsi, sarang koruptor,hipokrisi menjadi figur publik, itulah label hitam yang di hujamkan ke negri ini. Itu juga yang mencuat kepermukaan bukan semata-mata dengan strategi komunikasi para pembesar negri, tidak juga berapologi dengan narasi agung masa silam. Korupsi sampai disebut “membudaya”, harus dihadapi dengan menjadikan penyampaian dan penegak yang benar-sebagai budaya

Menjadi sekedar fiksi, sayang sekali kalau “benar yang indah” itu hanya sesaat, fiktif pula!

Budaya benar sulit berkembang saat lidah mengemban mandat rakyat kelu untuk berkata benar atau terlambat berpendapat saat berjuta orang menunggu titah.

Pelaksana mendat negri dalam urusan publik, tak kalah bermasalah dengan kebiasaannya memperpanjang birokrasi berbelit menjadi kebiasaan, tanpa ada yang merasakannya sebagai praktik kesalahan kolektif. Membudayakan kebenaran meskipun sulit, jangan katakan tak mungkin. Bumi saja konsisten berputar pada sumbunya masih mengelilingi matahari yang sama pula. Ini(sisa) kesempatan yang di berikan sang maha benar, pencipta manusia sejagat yang menitahkan kita untuk selalu hidup yang benar dan tak berhenti menyampaikan yang benar sampai mandat hdup dicabut-nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s