Label makanan masih membingungkan banyak orang

Peneliti di FDA menemukan bahwa kebanyakan label makanan masih mencatumkan jumlah nutrisi dan kalori per porsi, bukan per bungkus. Hal ini ditengarai menyulitkan konsumen untuk memilih makanan yang benar-benar sehat untuk mereka.

“Kurasa orang perlu banyak waktu untuk mengerti label nutrisi dalam kemasan makanan. Kebanyakan informasi yang diberikan di dalamnya berlebihan,” ungkap Eric Matheson, peneliti nutrisi dari Medical University South Carolina di Charleston, seperti dilansir oleh NY Daily News (24/01).

Hasil tersebut ditemukan peneliti setelah melakukan survei terhadap 9.500 orang dewasa di Amerika Serikat. Peneliti menunjukkan 10 macam label makanan yang berbeda dengan menunjukkan jumlah kalori dan nutrisi tiap sajian.

Partisipan diminta untuk menentukan apakah makanan tersebut sehat dengan melihat label makanan yang tertera. Hasilnya, kebanyakan dari mereka salah membaca jumlah nutrisi dan kalori yang ada dalam label makanan tersebut.

Untuk membuat produk terlihat sehat, kebanyakan perusahaan meningkatkan jumlah takaran per bungkus. Selain membuat makanan tampak penuh nutrisi, hal ini juga mengurangi jumlah kalori yang ada di dalamnya.

Sebenarnya sangat penting bagi perusahaan untuk membuat label makanan yang jelas dan bisa dimengerti oleh konsumen. Hal ini akan memudahkan konsumen memilih makanan yang sehat dan sesuai dengan yang mereka butuhkan.

Kun Sila Ananda

http://www.merdeka.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s