Menikah atau Melajang

Keputusan yang terlalu lama mencari pasangan hidup terkadang menimbulkan persepsi miring dari lingkungan sekitar dan isu kesibukan dianggap bukan lagi sebuah alasan yang masuk akal. Pertanyaan yang banyak berkembang adalah: kalau sudah sukses dalam karir dan usia telah matang, kenapa harus menunda pernikahan?

Jika Anda berada di posisi tersebut, apa yang harus dilakukan? Benarkah cepat-cepat membangun sebuah hubungan dengan wanita dan menyegerakan menikah jadi solusi? Bagi Anda yang masih betah melajang, sebaiknya pahami dulu beberapa keuntungan dari sebuah pernikahan di bawah ini, sebelum melakukan pembenaran atas kelajangan Anda.

1. Pernikahan membuat pendapatan meningkat
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa pria yang sudah menikah penghasilannya meniongkat 22% dari pada pria lajang. Biasanya jumlah tersebut didapatkan jika gaji istri digabung dan tunjangan perusahaan.

2. Pria yang sudah menikah lebih cepat naik jabatan
Ya, jika dibandingkan pria lajang, karena umumnya mereka lebih dapat dipercaya dan bertanggung-jawab. (Tetap tergantung instansi perusahaan dimana Anda bekerja)

3. Lebih puas dengan penyaluran seks yang aman
Ini terbilang benar dibandingkan pria lajang yang hanya memanfaatkan wanita sebagai objek seksual belaka dan rentan tertular penyakit seksual. Meskipun ada poin perselingkuhan mata dan perhatian, well, itu jadi sisi tersendiri. Aneh tapi nyata!

4. Kesehatan pria yang sudah menikah lebih terjaga karena dapat motivasi dari pasangan
Hal ini memang tak bisa dipungkiri. Saat Anda jatuh sakit, sudah pasti ada si dia yang telah jadi istri Anda sebagai penjaga dan pemantau kesehatan. Jadi tak hanya mengandalkan kartu asuransi belaka.

Sebaliknya, bagi Anda pria penggosip yang suka menggunjingkan pria lajang, sebaiknya pahami dulu keputusan melajangnya seseorang sebelum memberikan ‘cap miring’. Semakin sering Anda menggosip tentu tersirat bahwa Anda kurang bahagia dibandingkan dari mereka yang sedang asyik melajang. Berikut ini adalah alasan kenapa pria melajang yang tentunya juga relevan dengan kondisi wanita lajang:

1. Belum adanya kebutuhan atau niat untuk menikah
Mereka masih memiliki segudang pencapaian yang mengharuskan pernikahan untuk dipinggirkan dari prioritas utama. Pria memilih melajang karena belum memiliki tujuan hidup yang jelas dan belum memaknai apa itu artinya pernikahan.

2. Pernikahan = sesuatu yang dilakukan sekali seumur hidup
Itulah sebabnya dibutuhkan pertimbangan-pertimbangan yang matang sebelum melangkah ke sana. Pria yang memilih untuk melajang kemungkinan besar berada dalam ambang menimbang keputusan untuk menikah. Mereka tak ingin pernikahannya dilakukan atas keputusan gegabah.

3. Masih suka bersenang-senang
Jelas mereka yang ada di poin ini menganggap pernikahan bukanlah prioritas utama. Tali pernikahan dianggap sebagai ikatan yang mengganggu jalannya kesenangan hidup. Secara mental mereka memang belum siap menanggung beban tanggung-jawab atas orang lain, dalam hal ini pasangan. Jangankan untuk menikah, memiliki pasangan saja tentu menjadi hal yang akan dihindari. Parahnya, tak sedikit yang mengklaim diri sebagai ‘jomblo bahagia’ atau jomblo forever. (… dan pada akhirnya mereka menjadi ‘Jones’ alias Jomblo Ngenes! Ups …)
Jadi mau segera menikah atau betah melajang tentu saja tak lekang dari resiko. Namun, apapun keputusannya tentu siapapun yang mengaku sebagai pria dewasa bisa menanggung akibatnya sendiri, bukan? (CW/CW)

Dikirim dari WordPress untuk BlackBerry.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s