KARIR ATAU ASMARA

Karier menjulang tak berarti pekerjaan harus menjadi ‘pasangan setia’ Anda.
Mungkin sikap profesionalisme Anda disertai semangat ambisius. Itu baik sepanjang kehidupan percintaan tetap hangat dan nyaman untuk si dia. Terkadang kebanyakan pria lupa kalau perjalanan meniti tangga karier teratas lambat-laun menjadi poin yang memengaruhi kehidupan dan hubungan pribadinya. Hasilnya memang bisa ditebak: hubungan yang retak yang sebelumnya dipenuhi argumentasi intens dengankekasih. Berikut tanda-tanda saat karier mengancam kehidupan pribadi:

1. Tak perhatian
Meraih karier yang berbuah kesuksesan memang potensial untuk melahirkan stres. Begitu stres mencapai puncak, akan menimbulkan permasalahan ke dalam hubungan pribadi. Cobalah tenang dan tanyakan ini pada diri: Apakah stres di kantor membuat diri Anda bisa fokus ke hubungan pribadi? Jika jawabannya tidak, ciptakan keseimbangan antara karier dan hubungan pribadi dengan si dia.

2. Perubahan emosi
Tekanan yang didapat di kantor terkadang membuat kesal dan bisa berujung emosi. Jika Anda mudah marah, berarti tak ada kontrol yang baik dari dalam diri. Sebut saja, Anda mengalami mood swings, kondisi dimana tiba-tiba Anda bisa marah yang disebabkan hal sepele yang tak diinginkan. Dari situ mudah sekali Anda akan merasa tak nyaman dengan si dia, mengingat suasana pikiran dan hati tak tenang.

3. Kurang waktu
Yang sering terjadi, jika Anda sudah mendedikasikan seluruh waktu untuk pekerjaan dan karier, berarti sudah tak ada waktu lagi untuk hubungan pribadi. Tentunya ini akan membuat pasangan frustrasi. Dan kebanyakan pria tetap mengerjakan pekerjaan kantornya di rumah, itu sebenarnya tak perlu dilakukan. Keseimbangan yang baik sangat diperlukan untuk mengatur itu semua.

4. Menghindari pasangan
Tanpa sengaja, Anda seringkali menghindar dari si dia. Biasanya terjadi jika tekanan pekerjaan mendera, Anda fokus pada itu dan melupakan hal-hal lain dalam hidup. Si dia pastinya tak akan merasa nyaman dengan kondisi ini. Tandanya? Akan banyak adu argumen antara Anda dengannya.

5. Frustrasi dengan hidup
Mengejar kesuksesan dalam berkarier akan menuju pada rasa frustrasi. Itu jika Anda tak mendapatkan kepuasan dalam proses tersebut. Secara alami, kondisi diri akan selalu merasa tak lepas, tak bisa melihat segala sesuatu sesuai porsinya, sampai akhirnya Anda pun kerap berargumen dengan si dia. Rasa frustrasi ini tak hanya bisa memengaruhi kehidupan pribadi Anda, tapi juga bisa membuat interaksi pertemanan bisa menjadi negatif. Jadi penting untuk diingat: kepuasan dalam bekerja adalah poin penting dalam karier Anda. 

Oleh Rian Jagat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s